Thursday, February 13, 2025

Tragedi study tour SMPN 7 Mojokerto JATIM

 Orang tua Malvein Yusuf Adh Dhuha, siswa SMPN 7 Kota Mojokerto yang

meninggal dunia dalam tragedi Pantai Drini,

melaporkan kepala sekolah dan guru pendamping ke Polres Gunungkidul. Selain itu, mereka juga

melaporkan beberapa pihak lain yakni armada

angkutan Mojopahit Tour & Travel dan pengelola

wisata Pantai Drini.


Orang tua korban, Yosep Tri Andreas dan

Istichomah, warga Balongrawe Gg. Al Azhar,

lingkungan Kelurahan Kedundung, Kecamatan

Magersari, Kota Mojokerto, didampingi kuasa

hukumnya, Rifan Hanum. Pelapor menuntut para

terlapor bertanggung jawab atas peristiwa yang

mengakibatkan empat siswa tewas saat mengikuti

kegiatan outing class di Pantai Drini.


“Saya mendampingi orang tua korban, melaporkan

Kepala Sekolah dan guru wali kelas SMPN 7 Kota

Mojokerto, pemilik Mojopahit Tour & Travel serta

pengelola wisata Pantai Drini. Laporannya dugaan

tindak pidana terkait kelalaian yang menyebabkan

kematian orang lain sesuai dengan bunyi pasal 359

KUHP,” jelas Rifan Hanum, Selasa (4/2/2025).


Laporan terlah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian

Terpadu (SPKT) Polres Gunungkidul dengan nomor :

LP-B/06/II/2025/SPKT/Polres Gunungkidul/Polda

D.I. Yogyakarta. Menurut Rifan, kepolisian tersebut

langsung masuk dalam proses penyelidikan polisi.


“Kita berharap pihak kepolisian bisa mengusut

semua pihak yang terlibat. Jika terbukti ada yang

bersalah maka harus dihukum setimpal sesuai

perbuatannya,” pungkas Rifan Hanum.


Seperti diberitakan, anak pelapor, Malvein Yusuf Adh

Dhuha ialah siswa kelas 7E SMPN 7 Kota Mojokerto

ikut kegiatan outing class di Yogyakarta, salah

satunya Pantai Drini. Rombongan berangkat pada

Senin (27/1/2025) malam.


Rombongan tiba di lokasi destinasi wisata pertama

yakni Pantai Drini, Gunungkidul pada Selasa

(28/1/2025) pagi sekira pukul 05.00 WIB. Nahas,

belasan siswa yang sedang bermain di Pantai Drini,

Gunungkidul hanyut terseret ombak.


Sembilan siswa berhasil langsung diselamatkan.

Sementara tiga lainnya ditemukan beberapa jam

kemudian

No comments:

Post a Comment

Mohon berkomentar dengan bijak dan sopan